Kamis, 16 April 2015

PERJUANGAN PEJUANG MERAH PUTIH DI BUMI TIMOR LOROSAE

Peta Negara Timor Leste 
“Selamat pagi Bapa, mau belanja dulu” teriak seorang ibu-ibu berjalan ke wilayah Indonesia dari Timor Leste kepada anggota TNI penjaga pintu perbatasan di Atambua setelah menunjukkan Surat Jalan Laksana Paspor miliknya untuk diperiksa. Suasana sibuk memang selalu terjadi di Atambua, perbatasan Indonesia dengan Timor Timur atau Timor Leste yang merupakan sebuah negara kecil terletak dekat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sejarah Indonesia tidak dapat dilepaskan dari Timor Timur, karena Timor Timur pernah menjadi bagian dari NKRI. Pernah menjadi salah satu provinsi di Indonesia ke-27 dengan nama Provinsi Timor Timur. Dibalik lepasnya Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi ada sekelumit kisah perjuangan para ksatria bangsa pembela tanah air dan para pejuang intergrasi yang memperjuangkan eksitensi Timor Timur dibawah kibaran Sang Merah Putih.

Sejarah
Pada 1975, Portugal meninggalkan Timor Timur, pada saat itu terjadi pergolakan didalam pemerintahan Portugal dan perang saudara di Timor Timur. Percaturan politik Portugal saat itu didominasi oleh golongan sosialis-komunis yang menginginkan perubahan dalam sistem pemerintahan, termasuk dalam penerapan sistem dekolonisasi. Di tanah Timor Timur (waktu itu Timor Portugis) terdapat beberapa partai yang memiliki perbedaan pemikiran dan tujuan.
  • Uniao Democratica de Timorense (UDT). Diketuai oleh F.X. Lopez da Cruz, UDT merujuk pada resolusi PBB No. 1541 untuk tetap berada dibawan naungan Portugal untuk dapat berdiri sendiri saat sudah siap.
  • Associao Social Democratica Timorense (ASDT) kemudian berganti nama menjadi Frente Revolucionaria de Timor Independente (FRETILIN) dibentuk pada 20 Mei 1974 dengan tokoh-tokoh seperti Nicolau Lobato, F.X. do Amaral, Xanana Gusmao. Pada mulanya Fretilin berkiblat ke Indonesia tetapi kemudian menjadi Komunis-maois.
  •  Associacao Popular Democratica de Timor (APODETI) dibentuk pada tanggal 27 Mei 1974 dengan tokoh-tokoh terkemuka seperti Arnaldo dos Reis Araujo, Jose Osorio Soares, dan Guilherme Maria Goncalves menyetakan integrasi dengan NKRI dengan merujuk pada resolusi PBB No. 1541.
  • Kibur Oan Timor Aswain (KOTA) memperjuangkan pemerintahan yang berbentuk kerajaan atau monarki.
  • Trabhalista diketuai oleh Domingos Pereira dan A. Abrao, merupakan partai buruh yang ingin berasosiasi dengan Australia yang saat itu dikuasai oleh partai buruh.

Suhu politik di Tomor Portugis semakin memanas setelah pembentukan partai-partai tersebut. Dikemudian hari, Fretilin muncul sebagai partai terkuat sebagai akibat coup d’etat yang dilakukan oleh golongan militer yang berhaluan komunis terjadi di Portugal. Situasi semakin memburuk dengan sikap fretilin yang memboikot referendum tahun 1975 di Macau.
Perang saudara Timor Timur  pecah kala UDT melakukan coup d’etat dipimpin oleh Joao Carascalao. Namun, dengan dukungan dari militer, fretilin melaukan counter coup d’etat dan mulai melakukan gerakan untuk melenyapkan lawan politiknya yaitu UDT, KOTA, APODETI, dan Trabhalista. Dalam keadaan terdesak oleh Fretilin, keempat partai mendeklarasikan kemerdekaan dengan bergabung dengan Republik Indonesia melalui Deklarasi Balibo pada 30 November 1975 sebagai bentuk reaksi proklamasi sepihak oleh pihak fretilin.

Para pejuang integrasi
Dalam masa-masa yang genting pasca Deklarasi Balibo timbullah semangat integrasi dari masyarakat Timor Leste, rakyat bahu membahu dengan aparat untuk memulihkan keamanan di Timor Timur, pemerintah pun menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk pembangunan wilayah Timor Timur. Semangat integrasi rakyat dan kepercayaan rakyat terhadap RI, semakin menggebu, laskar-laskar rakyat pendukung Merah Putih menjamur diseantero provinsi.
Semangat masyarakat Timor Timur berintegrasi dengan RI sangat menggebu, selain pendukung dari empat partai, Pemerintah menampung kebulatan tekad masyarakat pro-integrasi dengan mengangkat dan memperbolehkan rakyat Timor Timur mendaftar menjadi pegawai negri maupun tentara serta memberikan hak dan kewajiban yang sama seperti yang dimiliki WNI dimanapun. Salah satu langkah permerintah melalui TNI-AD membentuk satuan organik dibawah komando Kodam IX Udayana yaitu Batalyon Infanteri 744 dan 745 yang berisi putra-putra daerah asli Timor untuk berjuang mempertahankan integrasi Timor Timur. Membentuk kesatuan sipil terlatih untuk kebutuhan keamanan dari gerombolah pengacau keamanan (GPK) seperti Perlawanan rakyat (wanra) dan pamswakarsa.
Pada 1999 Presiden B.J. Habibie membuka jalan pelaksanakan referendum untuk penyelesaian kasus Timor Timur melalui jalan damai dan untuk menghindarkan Indonesia dari sanksi Internasional. Referendum akan diawasi oleh dunia Internasional melalui PBB. Pengumuman hasil referendum yang dilakukan pda 4 september 1999 menetapkan kemerdekaan Timor Timur dan mengubur Deklarasi Balibo 1975. Hasil referendum tersebut mengakibatkan gerakan sukarela dan spontan dari masyarakat pro integrasi yang tersebar di seluruh wilayah Timor Timur yang melahirkan barisan militant prointegrasi seperti Besi Merh Putih (BMP), Pasukan Halilintar, Jati Merah Putih, Kelompok Aitarak, dan lainnya. Pada akhirnya kelompok-kelompok tersebut melebur dalam organisasi massa bernama Pasukan Pejuang Integrasi (PPI). Anggota-anggota kompi perlawanan rakyat (wanra) dan pamswakarsa yang dipersenjatai secara legal formal, diam-diam bergabung kedalam PPI yang kemudian disebut Barat sebagai “milisi”.
Pada masa pasca jajak pendapat, perjuangan bersenjata tidak lagi relevan seiring dengan hasil referendum yang sudah diumumkan. Untuk memelihara iklim perdamaian di wilayah Timor Timur pemerintah melucuti persenjataan PPI dan prajurit TNI putra Timor. Penyerahan senjata tersebut disaksikan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri di Atambua, NTT dari anggota PPI ke pemerintah RI. Untuk memenuhi aspirasi pendukung integrasi, maka dibentuk suatu organisasi untuk menampung pergerakan pendukung integrasi dengan membentuk organisasi bernama Uni Timor Aswain (UNTAS). TAP MPR No. V/MPR/1999 tentang hak kewarganegaraan pendukung integrasi adalah nafas bagi anggota UNTAS yang bersasal dari Timor Timur yang kini sudah merdeka untuk tetap melanjutkan perjuangan. Kegiatan pertama yang dilakukan UNTAS yaitu melakukan Kongres I Biti Bot Timoris pada 26-29 Januari 2000, di Kupang, NTT, untuk mendiskusikan garis besar perjuangan pro-integrasi di masa depan. Dimana kongres tersebut menghasilkan pandangan dimana UNTAS menolah hasil referendum tahun 1999 karena terindikasi terdapat banyak kecurangan seperti pengangkatan local staff UNAMET yang hempir seluruhnya pro-kemerdekaan dan penempatan tempat pemungutan suara (TPS) yang kurang representatif. Selain itu Organisasi UNTAS saat ini masih aktif dalam perjuangnnya di dunia internasional dalam memperjuangkan aspirasinya.

Kesimpulan
Lepasnya Timor Timur bukan merupakan kesalahan siapa-siapa, tidak etis rasanya menyalahkan orang lain sementara diri kita sendiri idak melakukan apa-apa. Lepasnya Timor Timur merupakan suatu pelajaran berharga bagi Indonesia mengenai resolosi konflik kedepannya, contoh konkretnya dapat dilihat pada perjanjian damai antara pemerintah RI antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melalui perjanjian Helsinski. Lepasnya Timor Timur juga merupakan pelajaran bagi Indonesia mengenai perntingnya persatuan dan kesatuan, sebab bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, terdiri atas berbagai macam suku, bangsa, agama, bahasa, dan budaya yang menyebabkan Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi untuk pecah. Untuk itu penting untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan bagi seluruh rakyat terutama para generasi muda sebagai penerus atau pewaris Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesadaran dari masyarakat menjadi salah satu aspek penting, sebab dengan kesadaran bahwa aku, saya, beta, anda, kamu, kowe, kon, abdi, ci,  awakmu, dan masih banyak lagi, merupakan satu kesatuan yaitu Bangsa Indonesia. Pembaca yang budiman, semoga tulisan ini dapat semakin menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Refrensi
Araujo, Basilio Diaz: Timor Timur Gagalnya Sebuah Diplomasi: Depok. Indie Publishing.2014

Syahnakri, Kiki, Letjen TNI (Purn.): Timor Timur the Untold Story: Jakarta. Kompas Media. 2013


Subroto, Hendro: Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando: Jakarta. Kompas Media. 2009

Rabu, 04 Februari 2015

PENERAPAN SISTEM HANKAMRATA DI INDONESIA



Perdamaian adalah cita-cita luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 Alinea keempat. Dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pandangan  hidup dan dasar negara, NKRI akan selalu mengusahakan agar perbedaan dan pertentangan diselesaikan dengan cara damai, diplomasi. Namun, tidak mustahil dalam perjuangan dan sikap bangsa Indonesia kurang disukai bangsa lain atau pihak yang tidak puas dengan hasil diplomasi tersebut. Terlebih, Indonesia tampak seperti tumpukan harta karun dengan kekayaan sumber daya alam dan posisi yang sangat strategis yang semakin membuat bangsa lain berusaha menguasai kekayaan sumber daya Indonesia tersebut, hal tersebut terbukti dengan bangsa Belanda, Jepang, Spanyol, Inggris, dan Portugis yang menjajah Indonesia dan menjarah kekayaan alam Indonesia.
            Keadaan pertahanan RI saat ini sedang dalam proses mencapai MEF (Minimum Essential Forces) atau kekuatan minimal. Perbandingan antara jumlah personel TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama pertahanan dan keamanan kurang memadai apabila dibandingkan dengan luasnya wilayah NKRI. Terdapat 236 juta penduduk Indonesia yang menempati wilayah seluas lima juta kilometer persegi yang dijaga sekitar 500 ribu personel TNI & POLRI dengan alutsista yang sebagian berusia tua. Dengan fakta tersebut, masuk diakal apabila selama ini TNI & POLRI belum dapat berbuat maksimal menjaga NKRI. Sementara itu, berdasarkan data tahun 2008, dukungan anggaran hanya 0,8 persen dari GDP (Gross Domestic Product) yang membuat kemampuan pertahanan RI saat ini sangat terbatas.
            Dalam Buku Putih Departemen Pertahanan R.I. tahun 2008 dinyatakan; Oleh karena itu, disektor pertahanan negara harus terus dipersiapkan kemampuan pertahanan dengan memadukan kemampuan perthanan militer dan non-militer untuk menangkal setiap kemungkinan ancaman. UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 dan 2 tentang setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
Dimasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah melakukan optimalisasi dan revitalisasi sistem dan kemampuan pertahanan RI dengan melakukan pembelian alutsista baru, perlengkapan yang modern, perbaikan kesejahteraan personel, dan penambahan anggaran pertahanan yang diprediksi Indonesia akan mampu mencapai MEF pada tahun 2015. Namun, hal tersebut menjadi kurang memiliki nilai strategis apabila kekuatan utama tersebut tidak dipadukan dengan kekuatan pendukung yang dapat menyediakan logistik dan tenaga demi kebutuhan pertahanan, yaitu rakyat.
Pada UUD 1945 Pasal 30 Ayat 2 yang berbunyi; usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta oleh TNI & POLRI sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta adalah sistem pertahanan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Namun, seiring dengan semakin diperhatikannya masalah kemanan dan pengkajian tentang sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta timbul pertanyaan, apakah pemerintah mampu mendanai kebijakan sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta tersebut, mengingat saat ini anggaran untuk komponen utama pertahanan pemerintah masih mengalami kesulitan.
Kemudian, dalam  upaya realisasi sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta mengalami beberapa hambatan. Salahsatu hambatan yang dialami yaitu di era reformasi membuat beberapa pihak yang kurang senang dengan “penghijauan” selama berkuasanya Orede Baru, melemparkan isu-isu tentang pengembalian sistem penghijauan atau sistem militeristik yang erat hubungannya dengan masa Orde Baru yang otoriter. Hal tersebut semakin meningkatkan resistensi masyarakat terkait sistem hankamrata. Kemudian, pandangan rakyat mengenai sistim pertahanan dan kemana rakyat semesta adalah harus berjuang dengan mengangkat senjata atau menjadi personel TNI/POLRI. Pandangan kaku tersebut yang kemudian menghambat pelaksanaan sishankamrata di Indonesia.
Dalam pelaksanaan sistem pertahanan dan kemanan rakyat semesta peran rakyat berada digaris depan pertahanan negara. Oleh karena itu, seperti yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 yaitu setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya mempertahankan negara maka rakyat dapat mengabdi dan melaksanakan sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta dengan cara langsung maupun tidak langsung. Sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta secara langsung dilaksanakan dengan secara sukarela menjadi prajurit TNI maupun POLRI. Namun, dapat juga dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan bekerja keras sesuai profesinya masing-masing dengan memberikan kontribusi bagi terselenggaranya sistem pertahanan dan kemana rakyat semesta untuk pertahanan negara.
Berkaca pada negara lain, pada masa perang kemerdekaan Amerika Serikat tahun 1759 dimana pihak Republik (AS) melawan tentara Inggris yang jauh lebih terlatih, terorganisasi, modern dalam segala hal. Pihak republik melakukan segala upaya dengan melibatkan penduduk Amerika baik dalam melakukan pertempuran maupun sebagai sektor pendukung pasukan yang memberikan suplai logistik, informasi, dan tidak bekerjasama dengan pihak Inggris. Pada akhirnya, keunggulan yang dimiliki Inggris dibidang kemiliteran tidak ada gunanya sebab tidak memiliki tenaga cadangan atau pendukung melawan tentara Republik yang kuat dengan dukungan dari seluruh rakyat Amerika Serikat.
Menyikapi bahwa Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan terhadap NKRI yang sangat kompleks dan dapat datang dari berbagai sisi kehidupan dan tidak terduga datangnya. Maka, sishankamrata adalah suatu kewajiban bagi Indonesia dalam melengkapi kekuatan utama yang dimiliki dengan kekuatan cadangan guna mempertahankan eksistensi dan kedaulatannya.
Berkaca dari pada masa lalu, disaat masa kelam penjajahan bangsa asing di tanah air dimana rasa nasionalisme kesadaran bela negara rakyat yang rendah sehingga bangsa Indonesia sangat lemah dan mudah dipecah belah. Maka saat ini Indonesia dan seluruh rakyatnya harus berubah dan berjuang bersama mencapai tujuan nasional dan mempertahankan kedaulatan bangsa.
Pembangunan kekuatan utama pertahanan dan keamanan negara yang kuat harus dipadukan dengan kekuatan cadangan dan pendukung yang berfungsi  menyediakan logistic, tenaga, dan apapun yang dibutuhkan demi kebutuhan pertahanan negara, yaitu rakyat. Dengan kekuatan cadangan atau pendukung yang terlatih maka pertahanan dan keamanan nasional diharapkan akan terpelihara.


Suryohadiprojo, Sayidiman. Jurnal Intelijen dan Kontra Intelijen Volume V No. 25.
Jakarta:Centre for the Study of Intelligence and Counterintelligence, 2009

Ali Harun, Muhammad. Jurnal Intelijen dan Kontra Intelijen Volume V No. 29.
Jakarta:Centre for the Study of Intelligence and Counterintelligence, 2009

Rabu, 24 Desember 2014

“Orang Terkuat di Dunia”



Pada 26 Desember 1991, turunnya The Red Banner dari atas Istana Kremlin, Moskow, Rusia menandakan awal yang baru. Negara komunis pertama, terbesar, dan negara adidaya sekaligus pemimpin Blok Timur, Uni Soviet (USSR) telah runtuh.  Runtuhnya Soviet adalah semacam “kado Natal terbaik” bagi AS. Runtuhnya USSR tidak lepas dari peran orang ini, ialah Mikhail Gorbachev.

Uni Soviet merupakan negara pemimpin Blok Timur dengan kekuatan persenjataan yang sangat kuat. Tak ada satupun negara yang berani mengusik ketenangan sang “beruang merah” termasuk Amerika Serikat.

Sebenarnya kurang tepat mengatakan bahwa Soviet runtuh karenanya, karena sebenarnya ia ingin memberikan pembaharuan untuk negeri Soviet. Dengan semangat pembaharuan Glasnost (Keterbukaan), Perestroika (Restrukturisasi), Democratizatsia (Demokratisasi), dan Zakonost (kesamaan di mata hukum) ia ingin memperbaiki kondisi negaranya.

Namun, kenyataannya program ini mendapatkan masalah yang serius di dalam negerinya. Tanggal 19 Agustus 1991 terjadi percobaan Kudeta dengan dalih Gorbachev kurang sehat oleh Wakil Presiden Genadi Yenayev yang didampingi oleh kelompok komunis garis keras:
·         Menteri Pertahanan: Marsekal Dimitri Yazov
·         Kepala KGB: Jendral Vladimir Kruckhov
·         Menteri Dalam Negeri: Boris Pugo
Gerakan ini dapat dipadamkan oleh Boris Yeltsin (Presiden Negara Bagian Rusia) dengan bantuan rakyat.

Setelah menjadi Presiden kembali, Gorbachev melepaskan jabatannya sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis dan memerintahkan pembekuan segala aktivitas Partai Komunis dan penyitaan semua kekayaan partai. Sementara negara bagian, kecuali Rusia dan Kazhaksthan, mengumumkan kemerdekaannya. Gorbachev berusaha memperbaiki kondisi dengan melaksanakan konggres dengan negara bagian Uni Soviet lainnya. Kongres tersebut sepakat membentuk Uni negara yang berdaulat, namun kesepakatan tidak berlaku karena keutuhan Uni Soviet tidak bisa dipertahankan lagi.

Desember 1991, Gobachev semakin tidak mampu mengatasi perpecahan Uni Soviet. Akhirnya pada tanggal 18 Desember 1991, Mikhail Gorbachev sepakat membubarkan Uni Soviet dan membentuk persemakmuran negara-negara merdeka bernama CIS (Commonwealth of Independent States). Secara De Jure, diturunkannya The Red Banner dari atas Istana Kremlin, Moskow, Rusia pada 26 Desember 1991 menandakan runtuhnya Uni Soviet. Keruntuhan Uni Soviet (USSR) adalah semacam “kado Natal terbaik” bagi AS dan jadilah Mikhail Gorbachev sebagai satu-satunya orang yang mampu meruntuhkan Uni Soviet yang dikenal sebagai negara komunis terbesar, terkuat, dan negara adidaya sekaligus pemimpin Blok Timur, dimana tidak ada negara manapun yang berani menentang “sang beruang merah“ termasuk Amerika Serikat.

Cendita Shooting Club


Cendita SC atau Cendekia Waskita Shooting Club, adalah shooting club yang dibentuk pada Kamis 23 Juli 2013. Pada 2014, Cendita SC sudah tergabung kedalam wadah Perbakin dan kini beranggotakan 25 orang penembak.

Seperti shooting club yang lainnya Cendita SC memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari lapangan tembak indoor dengan jarak maksimal 100 meter, sasaran untuk menembak slow fire, sasaran tembak reaksi, dan berbagai fasilitas lainnya. Lapangan tembak indoor dengan jarak 100 meter milik Cendita SC sangat mumpuni untuk kebutuhan menembak air softgun, air gun, pistol, bahkan laras panjang.


< Seragam yang menunjukkan lambang Cendita SC

Pada saat ini, Cendita SC memiliki persenjataan beragam, mulai dari yang “jadul” sampai yang modern. Untuk persenjataan yang “jadul” ada jenis-jenis senjata retro seperti enam pucuk pistol Smith & Weasson Model 39-2 racikan Amerika Serikat, tiga pucuk Browning CZ 83 buatan Czech Republic, tiga pucuk Beretta Serie 80 buatan Italia, sedangkan arsenal baru yang tiba pada bulan Desember 2014 meliputi enam pucuk pistol P2 buatan PT Pindad dan sebelas pucuk pistol Heckler & Koch USP Compact buatan pabrikan H&K asal Jerman, serta satu pucuk air gun laras panjang Pasopati. Untuk Beretta dan Browning menggunakan amunisi full metal jacket (FMJ) kaliber 5,56mm dan untuk Smith & Weasson, P-2 Pindad, dan H&K USP Compact menggunakan amunisi FMJ kaliber 9mm, sedangkan untuk amunisi diluar standar seperti jenis super vell ammunition dan hollow point ammunition hanya digunakan oleh pelatih.

Dalam rencananya untuk menelurkan atlit-atlit menembak dan pengembangan sumber daya manusia yang mumpuni dan berprestasi di bidang menembak, penembak di Cendita SC dilatih oleh pelatih yang sangat berpengalaman dan skill individu pelatih-pelatih Cendita SC tidak dapat diremehkan. Terdapat lima orang pelatih, seluruhnya berasal dari kesatuan TNI, tiga orang berasal dari kesatuan Detasemen Jala Mangkara yang merupakan satuan elit TNI-AL, satu orang dari kesatuan Marinir TNI-AL, dan satu orang dari kesatuan Polisi Militer TNI-AD. Terutama para pelatih dari Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) memiliki pengalaman tidak hanya dari kejuaraan menembak tingkat daerah dan nasional, tetapi juga internasional, bukan itu saja para pelatih dari Denjaka tersebut pernah bertugas di medan tempur yang sebenarnya yang memerlukan skill individu diatas rata-rata prajurit biasa seperti operasi pasukan khusus di Aceh menumpas GAM, operasi militer di Papua, bahkan ada yang terlibat dalam operasi pembebasan kapal KM Sinar Kudus yang dibajak Perompak Somalia di laut Aden, Somalia, dan berbagai palagan lain.

Minggu, 23 Februari 2014

Keterbukaan Timor Leste Bagi China


Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan, pihaknya terbuka bagi kehadiran armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China di wilayahnya., dalam hal ini dijelaskan bahwa Cina dapat menggunakan Timor Leste sebagai base, dimana Cina dapat melakukan perbekalan ulang bagi Angkatan Laut Cina. Kedekatan hubungan antara Timor Leste dengan Cina sudah terjalin sejak lama dan sangat intens.
Kedekatan antara Timor Leste dengan Cina sudah mengusik ketenangan AS, dimana apabila TL berada dibawah Cina akan sangat besar kemungkinan mengancam superioritas armada US 7th Fleet dan US 5th Fleet serta negara-negara sekutu AS. Untuk menghandling kedekatan Timor Leste dengan Cina, maka Presiden Obama pada saat itu mengutus Menlu Hillary Clinton dalam lawatannya ke berbagai negara di Asia, termasuk Timor Leste dan Cina.
Perlu dipahami bahwa pada saat ini militer Cina sedang dalam masa mengembangkan militernya tanpa terkecuali angkatan lautnya. Angkatan laut Cina pada saat ini sedang membangun kekuatan untuk menuju Blue Water Navy yaitu armada lintas samudera, seperti yang dimiliki AS. Hal tersebut ditakutkan akan menjadikan TL sebagai markas bagi armada Cina. Perkembangan AL cina sangat pesat, terlihat pada pembangunan kapal-perang termasuk kapal induk Cina Liaoning, dan rencananya Cina akan membangun lima lagi secara bertahap.
Selanjutnya perlu dipahami bahwa dengan munculnya kekuatan Cina di Timor Leste akan memanaskan situasi di kawasan, yang kemudian akan berdampak pada Indonesia. Perlu diingat, bahwa AS juga memiliki pangkalan militer dan pasukan di beberapa negara di kawasan Asia Pasifik. Untuk kawasan Asia, AS memiliki main power /kekuatan utama yaitu US 5th Fleet yang bermarkas di Teluk Persia. Sementara untuk wilayah Pasifik, kekuatan AS bertumpu pada US 7th Fleet selain itu kekuatan AS juga tersebar di Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Dengan kedatangan Cina di Timor Leste akan menyebabkan AS akan semakin memperkuat pasikannya tang terdapat di berbagai negara tersebut, dan pada akhirnya akan mengakibatkan perlombaan senjata, layaknya masa perang dingin.
            Dengan hadirnya kekuatan Cina di Timor Leste mengakibatkan timbulnya ego sektoral, dan perasaan dari Timor Leste merasa lebih kuat karena memiliki bekingan. Sedangkan bila kita selidiki, perbatasan Indonesia-Timor Leste hanyalah nature border (batas alam), bukan patok atau batas-batas buatan atau koordinat juga enclave oekusi seluas 150 Ha ditakutkan dapat menjadi daerah rawan konflik ke depannya. Ditakutkan dengan adanya bekingan Cina dapat menyebabkan timbulnya rasa arogansi dan sikap ekspansionisme Timor Leste dengan mengklaim wilayah-wilayah yang perbatasannya kurang jelas.
            Adalah PR bagi Indonesia ke depannya untuk mempertahankan netralitas dan keseimbangan di kawasan serta menengahi antara kubu yang bersitegang. serta menyelesaikan dan memperjelas batas wilayah di seluruh daerah perbatasan, termasuk perbatasan laut

Rabu, 01 Januari 2014

Kapal Tenggelam

Sebuah kapal penumpang menabrak gunung es di tengah samudra. Seluruh penumpang di evakuasi ke kapal penyelamat termasuk anda dengan tanpa memperhatikan faktor keselamatan di kapal penyelamat. Kapal penyelamat seharusnya diisi 10 orang namun dijejali dengan 22 orang diatasnya dengan daftar manifes yang ada di dalam kapal penyelamat sebagai berikut:
1.       Ibu Emma yang sedang hamil 7 bulan
2.       Kiyai Hj Syarifuddin seorang kiyai terkenal yang sud
ah 3 kali naik haji dan berumur 63 tahun
3.       Seorang pengacara bernama DR. Oliver Sitompul SH. MH.
4.       Ibu Azizah seorang janda yang mempunya 3 orang anak di rumahnya
5.       Mayor Jenderal (purn) Syukur merupakan veteran Indonesia berumur 74 tahun yang sudah tua renta
6.       Doktor Bellamy seorang WNI berusia 26 tahun lulusan S3 di Jerman
7.       Bapa  Manuel Wattimena seorang Uskup berumur 54 tahun yang berbadan bugar dan pandai berenang
8.        Ferdy dan Mita pasangan yang baru menikah dan sedang bulan madu
9.       Ade Syahrul adalah koki kapal yang kakinya patah mantan peraih medali perunggu Sea Games cabang renang 100m
10.    Tiga orang anak kembar berumur 6 tahun yang ditinggal mati ayah dan ibunya
11.   Bpk. Keil Handoko SE. MBA. Merupakan CEO perusahaan swasta terkemuka yang hampur pensiun
12.   Kriswan adalah seorang intel Indonesia yang sedang mengintai Kennedy
13.   Agus Dwi Hidayat sahabat anda sejak kecil anggota detasemen Jala Mangkara TNI-AL yang sedang mengantarkan anda.
14.   John F. Kennedy Presiden negara adidaya Amerika Serikat
15.    Leutnant 1st Class Miller merupakan pengawal pribadi Presiden Kennedy lulusan terbaik Akademi Militer Amerika Serikat
16.    Fania Larisa merupakan model dan Miss Indonesia yang masih muda dan cantik
17.   Taufik Hidayat atlet kebanggaan Indonesia
18.   Adam Levin aktor Holywood terkenal yang ganteng dan kaya
19.   Diri kita sendiri
Kalau anda disuruh menentukan 12 orang yang akan masuk ke laut, siapa saja yang menurut anda layak masuk ke laut dengan alasan yang kuat.

Senin, 23 Desember 2013

Kisah Itik dan Rajawali



Pada suatu hari ada seekor itik yang bermimpi menjadi seekor Rajawali. Ia sangat terinspirasi oleh kegagahan dari sang rajawali tersebut. Kemudian ia pun mulai belajar caranya terbang di pinggir kolam, sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya dengan gigih ia mencoba, namun ia belum berhasil.

Pada suatu saat ia pun bersumpah bahwa apabila dalam seratus kali mencoba ia gagal, maka itu memang bukan takdirnya dan ia akan menyerah. Pada percobaan yang ke seratus ia pun mendapatkan jawabannya, bahwa ia adalah itik tidak mungkin menjadi seekor rajawali.

Apa yang dapat kita dapat dari  cerita ini adalah kita harus realistis dalam semua keadaan, namun membatasi diri dalam suatu keadaan adalah hal yang dapat menjerumuskan kita. Dapatkah dibayangkan bahwa seekor anak rajawali yang baru belajar terbang, namun gagal dan terjatuh dari pohon  merasa putus asa dan merasa memang bukan takdirnya untuk terbang lalu membatasi diri dan menyerah? Dapatkah seekor anak rajawali menjadi seekor rajawali yang gagah jika seperti itu. Oleh karena itu kita tidak boleh menyerah dalam segala kondisi dan selalu mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri kita.